• Status Order
  • Tlp: +62 813-3101-1042
  • SMS/WA: +62 813-3101-1042
  • kalimetroshop@gmail.com
Terpopuler:

Mengenal Buku: Dari Sumeria Hingga Indonesia

24 August 2020 - Kategori Blog

Haloo sobat pembaca. Seringkali kita mendengar istilah bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Maksud dari istilah tersebut yaitu dengan membaca buku, kita akan diperkaya dengan khazanah ilmu serta pengetahuan yang dapat menghantarkan seseorang semakin cerdas dan berwawasan luas. Sehingga sah-sah saja ada yang menganggap bahwa buku adalah salah satu karya ciptaan manusia yang mewarnai bahkan mengubah peradaban manusia di muka bumi ini.

Nah, seiring berjalannya waktu, bentuk atau wujud buku juga mengalami perubahan lho. Tahu tidak, kalau dulu wujud buku berbentuk kumpulan kertas atau bahan lainnya yang kemudian dirangkai atau dijilid menjadi satu. Namun seiring berkembangnya zaman, buku dikemas dalam tampilan yang berbeda dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, atau anak milenial sebut dengan e-book atau buku elektronik. Sama-sama buku namun dengan wujud yang sedikit berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung siapa yang menggunakannya. Intinya para pembaca diberikan pilihan, tinggal tentukan mana yang akan dipilihnya. Tapi, apakah sobat pembaca tahu asal muasal buku di dunia ini? Oleh siapa dan dimana saja buku ini diciptakan? Tertarik dan bikin penasaran kan? Makanya yuk cari tahu bersama-sama.

Asal Muasal Buku

Banyak sekali literatur yang menyampaikan informasi tentang asal muasal buku ada di dunia ini. Pusing, bingung karena terlalu banyak? tenang saja, kami telah merangkum untuk memudahkan para sobat pembaca sekalian. Yuk cekidot.

Tahukah kamu bahwa buku pertama kali ditemukan oleh bangsa Sumeria. Buku pada masa ini disebut dengan Clay tablet. Clay tablet terbuat dari tanah liat yang memiliki bentuk segi empat. Clay tablet mengalami beberapa proses pengerjaannya seperti dimulai dengan membuat tulisan dengan Stylus (sejenis rumput) kemudian dilakukan pengeringan dengan panas matahari atau dibakar. Tulisan Clay tablet ini kemudian disebut dengan Cunieform Characters atau Cunieform Writing System (sistem tulisan paku).

Di belahan bumi yang lain, tepatnya di benua Afrika, pada tahun 2400 SM, bangsa Mesir telah berhasil menciptakan kertas dari sebuah pohon. Pohon yang dimaksud adalah pohon papyrus. Dalam proses pembuatannya, bangsa Mesir membelah pohon papyrus secara tipis-tipis yang kemudian direndam dan diawetkan. Setelah jadi barulah kertas tersebut digoreskan dengan tulisan-tulisan khas bangsa Mesir yang karya-karyanya masih dapat kita temui khususnya di museum-museum di dunia.

Selain Mesir, bangsa Romawi juga memanfaatkan pohon papyrus untuk membuat tulisan. Proses pembuatannya juga sama dengan yang dilakukan oleh bangsa Mesir yaitu dibelah, direndam dan diawetkan. Namun kertas yang dihasilkan sangat panjang dan berat sehingga seringkali merepotkan yang ingin menulis maupun yang membaca. Sejak saat itulah kertas hasil dari pohon papyrus dipotong-potong dan beratnya pun juga disesuaikan.

 

Perkembangan buku tidak hanya di benua Amerika, Eropa dan Afrika lho tapi juga di benua Asia. Wahhh membanggakan ya? pasti dong. Berkembangnya buku di benua Asia terjadi di negeri China. Para cendekiawan di negeri China memiliki cara berbeda dalam mengolah tulisannya yaitu dengan memanfaatkan lidi yang kemudian diikatkan menjadi satu. Atas dasar itulah model penulisan di China berbeda dengan negara lain yaitu secara vertikal atau dari atas ke bawah. Tidak cukup dengan perbedaan dalam model penulisan, pada tahun 200 SM, China menasbihkan diri sebagai negara pertama yang berhasil menciptakan buku yang terbuat dari kertas. Buku ini ditemukan oleh Tsai Lun yang menggunakan bambu sebagai bahan dasarnya. Sejak saat inilah perubahan besar terjadi pada dunia khususnya dalam bidang perbukuan dan secara khsusus menghantarkan bangsa Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia.

Perkembangan buku semakin pesat di kala pedagang muslim membawa teknologi ini ke Eropa pada awal abad 11 Masehi. Ditambah lagi dengan diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg pada abad ke-15. Ia berhasil menemukan cara mencetak buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Atas dasar penemuan brilian pria berkebangsaan Jerman tersebut membuat perkembangan dan penyebaran buku semakin mengalami kemajuan. Hal tersebut dikarenakan buku mudah untuk dicetak dan tentunya cepat untuk disebarluaskan hingga pada akhirnya memiliki peminat tersendiri sampai sekarang.

Lantas bagaimana sejarah buku di Indonesia?

Tenang tidak usah panik, negeri kita tidak kalah dengan bangsa lain kok soal perbukuan ini. Hal ini dikarenakan bahwa pada zaman dulu, Indonesia juga telah mengenal dengan dunia perbukuan lebih tepatnya buku kuno. Pada saat itu, buku-buku tersebut ditulis di atas daun lontar. Daun lontar yang telah ditulisi tersebut kemudian dirangkai atau dijilid hingga membentuk sebuah buku. Metode penulisan kemudian berlanjut di kertas-kertas pada umumnya hingga semakin berkembang di kala semakin banyaknya penerbitan di Indonesia.

Nah bagi sobat pembaca sekalian, itulah informasi berkenaan dengan asal muasal buku. Semoga bermanfaat dan yang paling penting jangan ada yang bingung lagi ya ketika ada pertanyaan tentang asal muasal buku di dunia ini. Awasss…hehehe. Sampai jumpa lagi dengan artikel-artkel lain ……

 
Hubungi kami

 
Hubungi kami